Hangatnya Diskusi UU ITE Cegah Hoax di Media Sosial

Suasana Diskusi tentang UU ITE menangkal Hoax bermedia sosial

Pewarta : Ikke

Bojonegoro (22/10) kimderumaju – Diskusi tentang peran serta Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE) untuk mencegah penyebaran berita “Hoax” digelar di gedung Unit Pengelola teknis (UPT) Pusat Pengembangan Industri kreatif (PPIK) kemarin (21/10) malam.

Kegiatan yang difasilitas Relawan Teknologi Informasi Komunikasi (RTIK) Bojonegoro ini dihadiri para netizen dan pelajar yang ada di kota Bojonegoro. dengan antusias mereka mengikuti jalannya diskusi sampai selesai.

Diskusi ini terasa spesial karena kehadiran Kapolres Bojonegoro AKBP.  Wahyu S. Bintoro. Dalam ulasannya dia mengingatkan pengguna media sosial harus hati-hati, karena dari riset dan evaluasi yang ada potensi akan kasus selalu meningkat.

“Dari laporan yang kami terima,  setiap bulannya mencapai 400 kasus. Hal ini harus di waspada untuk para pengguna media sosial.  Ujaran kebencian,  curat di media yang kebablasan menjadi perhatian bagi kami” ujarnya.

seperti diketahui untuk Wilayah hukum di Kabupaten Bojonegoro tercatat 8 kasus yang masuk keranah hukum. tambahnya

Dari sudut jurnalistik Agus Sudarmojo Wartawan Antara, juga menyadari akan kemajuan teknologi sudah tak terbendung, apalagi begitu cepatnya arus informasi saat ini.

“kalau di media pemberitaan kami menulis dengan sebuah data. Bila ada pihak lain yang tidak sepakat,  merekapun punya hak jawab. Dan kampiun menulisnya lagi. Ujar wartawan senior ini.

Bagus J. Irawan salah satu peserta Diskusi juga menanyakan, bagaimana peranan Pemerintah dalam hal ini tentang Open Government Partnership yang dicanangkan apakah sejalan dengan harapan Masyarakat.

Menjawab hal itu Kusnandaka Tjatur P. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bojonegoro, mengungkapkan bagaimana Pemkab dalam memfasilitasi  dan mewadahi informasi dari Masyarakat dengan layanan “LAPOR” dan dialog publik..

“Kami setiap jum’at ada manajemen review,  dimana bila satuan kerja perangkat daerah (SKPD) mengindahkan informasi dari Masyarakat, akan terlihat dan berdiri pada pertemuan yang dipimpin Bapak Bupati” ucapnya.

Sebagai salah satu nara sumber Iwan Siswoyo, Ketua KIM Deru Maju. Juga berharap netizen mulai mengedukasi kepada masyarakat Sekitar, akan batasan-batasan bermedia sosial.

“Mari menahan diri dan berfikir panjang akan postingan dan komentar kita. Karena dampaknya langsung bagi kita dan keluarga. Kami dari KIM mulai dari langkah kecil dengan diskusi dengan Pemerintahan Desa dan terjun langsung ke masyarakat”.

Pria yang juga pengelola Radio SBI FM ini juga mengajak bila netizen ingin bergerak dibidang KIM dapat komunikasi dengan Pemerintahan Desa atau Dinkominfo.  Langkah ini positif untuk pemahaman tentang penggunaan media sosial dengan baik dan bermanfaat. (*/

Updated: October 22, 2017 — 7:04 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kim Deru Maju © 2017 Frontier Theme