Impor Beras Pupus Harapan Petani Bojonegoro


Opini : Iwan Siswoyo

Swasembada seakan sudah biasa kita dengar sejak kecil, bahkan orang Bojonegoro bilang “ngelothok” (hafal diluar fikiran). Pemerintah dalam hal ini Kementerian pertanian pada  2017 lalu mendengungkan bahwa Indonesia sudah Swasembada pangan beras, bahkan “Surplus”. hal itupun akan diikuti komoditi lain seperti jagung yang akan swasembada pangan. seperti memberi harapan besar kepada petani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan lewat berabagi media nasional.

Tapi sayang harapan petani harus pupus, seiring beredarnya rencana impor beras sebanyak 500 ribu ton beras pada februari ini. amran menjelaskan keputusan ini harus ditempuh seiring kenaikan harga beras ditingkat konsumen. hal itu diperkuat pula oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam jumpa pers usai rapat bersama distributor dan asosiasi pedagangan ritel di Kementerian Perdagangan beberapa waktu lalu.

Dikutip dari laman antaranews.com akhir Januari pasokan beras impor akan mulai masuk sehingga dapat mengisi kekosongan hingga musim panen pada bulan Februari dan Maret mendatang. nah bila disambungkan dengan perkiraan panen petani dibojonegoro. dipastikan harga gabah kering panen (GKP) tidak akan sebagus saat ini yang mencapai lima ribu rupiah per kilogramnya.

Seperti diketahui tanaman padi milik petani diBojonegoro saat ini, rata-rata baru berumur 30 sampai 40 hari setelah tanam (hst), bisa jadi pada masa panen nanti yang kurang lebih 50 hari lagi harga jual gkp akan turun. dan tentunya tidak sesuai impian para petani untuk untung besar.

kondisi ini bisa menjadi pengalaman bagi para petani, untuk mempunya rencana kedepan agar tidak dirugikan kebijakan yang ada. dengan cara menanam yang tepat waktu. dan pasca panen masih menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak. sebagai anak petani, dan pernah bertani sedih melihat kondisi ini. jangankan petani desa, para wakil kita digedung perwakilan rakyat serasa tak mampu mengingatkan pemerintah. salam.

Penulis : Iwan Siswoyo

Ketua KIM Deru Maju dan pemerhati pertanian

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

KIM DERU MAJU © 2018 Frontier Theme