
Kimderumaju. Sore ini ada sekitar 20 orang yang berkumpul di rumah anwar ali salah seorang warga Desa Deru Kecamatan Sumberrejo. Di meja tamu sudah tersedia tumpukan bingkisan yang terdiri dari nasi beserta lauk dan snack, ya inilah yang di sebut maleman.
Maleman biasa di lakukan di 10 hari terakhir di bulan ramadhan. Sebagai wujud syukur dan kirim do’a untuk para leluhur. Entah sudah berjalan berapa lama, tapi yang jelas telah menjadi kebiasaan bahkan kewajiban yang di lakukan bagi keluarga yang telah di tinggal orang tua untuk selamanya. Anwar sebagai pelaku maleman mengatakan “sudah menjadi tradisi dan tentunya menjadi ajang silaturahim untuk tetangga sekitar” cerita bapak dua anak ini. Upacara kecil ini biasanya mengundang dengan sifat kenduri atau datang tanpa membawa apa-apa dan hanya do’a yang di harap pengundang. Setelah itu do’a di pimpin oleh seorang yang di anggap mampu untuk berdo’a. Dan tidak berselang lama merekapun beranjak pamit dengan tanda kalimat sholawat. (Kang iwan)
