
kimderumaju.com Hujan yang sering turun di kabupaten Bojonegoro membuat Petani Tembakau mulai was-was. pasalnya kondisi ini akan berpengaruh pada tanaman tembakau mereka.
Imam Muhadjir, Kepala Desa Purwoasri, Kecamatan Sukosewu mengatakan dampak dari hujan mengkhawatirkan Warganya yang menanam tembakau musim ini. saat ini terdapat sekitar 80 hektare tanaman tembakau, umurnya antara 25 hari hingga 30 hari. Di umur itu, tembakau butuh ekstra perawatan, mulai dari penyiraman rutin dan juga pupuk. Tetapi, saat hujan turun di musim kemarau, dirinya khawatir, karena ada genangan.
Dari situs Kanalbojonegoro.com menyebutkan Sekretaris Dinas Pertanian Bojonegoro Bambang Sutopo membenarkan kekhawatiran yang dirasakan petani saat ini. Musim seperti ini, kerap disebut kemarau basah dimana, meski jadwal kemarau tetap masih kerap turun hujan. bila curah hujan tinggi dan lahan tidak ada irigasi dapat berakibat tanaman tembakau layu dan mati. ”Kita menghimbau petani untuk buat parit kecil sebagai penampung air,” ucapnya,
Data di Dinas Pertanian Bojonegoro mencatat, luasan tanaman tembakau tahun 2017 sebanyak 3700 hektare. Jumlah ini bisa saja bertambah mengingat banyak petani mengalihkan tanaman dari padi ke tembakau pada awal Juni 2017 silam. Daerah sebarannya, dari Kecamatan Kedungadem, Sukosewu, Sugihwaras, Dander, Tambakrejo, Sumberejo, Kanor dan sebagian di Baureno. (kdm/red)
