Sejarah Desa

Ilustrasi "Kebo Deru"
Ilustrasi “Kebo Deru”

sejarah singkat dibalik nama Desa Deru

Deru dalam bahasa jawa berarti tidur -tiduran untuk seekor hewan. dikisahkan ada sekumpulan perampok yang telah menyiapkan Niat buruknya (jawa : perembugan. menjadi nama sebuah Dukuhan DI Desa Pekuwon. utara Desa Deru) untuk melakukan aksinya merekapun berjalan ke arah selatan hingga mereka  berhasil merampok dan sampai pula di sebuah sungai yang berwana hijau (jawa ; Sendang ijo. sebuah dukuh dari Desa Sendang agung. lokasinya timur Desa Deru) dan terdengar suara burung jalak tanda pagi telah tiba (jalak menjadi sebuah nama lain dari Desa Sendang agung). dan perjalanapun di lanjutkan dengan membawa barang-barang berharga, termasuk seekor kerbau yang sedang istirahat di sebuah tempat. ketika para perampok ini akan melanjutkan perjalanannya, seekor kerbau yang tak lain bernama Ki Cok blocot tersebut tidak mau berdiri bahkan malah “Deru” yang artinya tidur-tiduran atau istirahat. karena sulit untuk dibangunkan maka kerbau ini di tinggal dan akhirnya muksa (yang artinya lenyap atau menghilang secara tiba-tiba). ada seseorang sesepuh yang mengatakan kepenulis bahwa muksanya kerbau tersebut ada di sumur jambi, yang posisinya  tepat berada dibelakang Balai Desa Deru yang kini masih berdiri pohon Asoka. disinilah awal dari penyebutan Desa Deru.

Ki cok blocot sendiri mempunya kisah tersendiri karena ada keterkaitan dengan Desa Sekitar yakni Prayungan dan  Bogangin (kebo kang katiup angin) hingga akhirnya terbang sampai Di Desa Deru.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.