Batik Jonegoroan Wujud Potensi Dan Jati Diri

Gus Ipul, Wwakil Gubernur Jawa Timur mengunjungi lapak para perajin Batik Bojonegoro

Pewarta : Iwan Siswoyo

Bojonegoro (04/09) kimderumaju – Batik Jonegoroan kini sudah tidak asing lagi di benak Masyarakat. bahkan Batik sudah menjadi salah satu ikon Bojonegoro yang dulu disebut kota ledre. kini para pembatik bebas berkreasi dan menuangkan potensi-potensi dan jati diri Bojonegoro.

walaupun tidak ada literatur yang menunjukkan bahwa Bojonegoro pernah ada pembuatan atau produksi batik, tapi semangat akan inovasi selalu ada di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. diawali tahun 2009 bersamaan pemilihan Kange Yune Bojonegoro, Bupati Suyoto memperlombakan motif batik.

Dari ide unik ini akhirnya Bojonegoro mempunyai sembilan motif batik yang cukup dikenal dan dicari pecinta batik. sembilan motif batik itu diantaranya,

sata ganda wangi

“Sata Ganda Wangi” Salah satu Motif khas Bojonegoro

Motif Pari Sumilak memiliki arti Bojonegoro merupakan daerah yang subur dengan tanaman padinya, Sata Ganda Wangi memilki arti kekayaan alam berupa tanaman tembakau yang tersohor dan beraroma harum, Jagung Miji Emas memilki arti potensi lain yakni tanaman jagung, Parang Dahana Munggal memilki arti adanya objek wisata khayangan api sebagai sumber api abadi tak pernah kunjung padam terbesar di dunia, motif Mliwis Mukti sebagai simbol kisah kepahlawanan yang melegenda dan melekat di hati rakyat, Gatra Rinonce yang menandakan Bojonegoro sebagai daerah penghasil minyak bumi yang memenuhi kebutuhan minyak dunia.

Sementara itu, motif Sekar Lembu Rinambat adalah motif yang menggambarkan budaya beternak sapi di Bojonegoro, motif Ranchak Tengul mewakili budaya khas Bojonegoro berupa wayang thengul, dan Sekar Jati mewakili potensi hutan jati yang telah diakui mempunyai kualitas terbaik.

sampai tahun 2017 ini, motif batikpun berkembang mengarah ke kreasi-kreasi baru, yang mengikuti potensi sebuah Desa dari perajin. Desa Pejambon Kecamatan Sumberrejo misalnya, kini juga ada motif baru. Amir salah satu perajin mengungkapkan Motif baru yang berbentuk jambu sudah digunakan sebagai seragam Badan Pengawas Desa (BPD). ” ini kami buat sesuai dengan nama Desa kami, ya’ni Pejambon. dan semoga bisa berkembang lagi nanti” tuturnya.

Dukungan akan langkah perajin batik cukup bagus. dari bebeberapa kegiatan yang melibatkan banyak pihak, Pemkab setempat sering mengikutsertakan para perajin. Tamu-tamu Pemkab yang pernah membeli batik Bojonegoro diantaranya Gus Ipul, Wakil Gubernur Jawa Timur dan Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf).

untuk pemasaran dari Batik Jonegoroan tidaklah sulit. pasalnya beberapa toko penjual kainpun siap menerima. ditambah lagi banyaknya galeri-galeri yang ada di Bojonegoro seperti Dinas Koperasi dan UM serta Dinas Perindustrian dan perdagangan yang baru di launching beberapa waktu lalu. (*/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.