LSF Sosialisasikan Sensor Mandiri ke Lesbumi se-Jawa Timur

Pewarta : Iwan Siswoyo

Sidoarjo (22/12) kimderumaju.com – Seiring berkembangnya tekhnologi yang mendukung adanya penyebaran media visual. Lembaga Sensor Film (LSF) mensosialisasikan kepada pengurus Lembaga Seni Budaya Muslimin (Lesbumi) di kantor Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama, Sabtu.

Rommy Fibri Hardianto, Anggota LSF dalam diskusi mengungkapkan kerja lembaga negara seperti LSF dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tetap berat dalam menyensor segala hal yang disajikan dalam adegan sebuah film. Hal ini karena banyaknya ruang-ruang baru yang mengiringi perkembangan tekhnologi.

“Tugas kami ini kan menyensor, memenggal bila ada materi sebuah film atau sinetron yang tidak tepat, seperti menjurus ke pornoaksi atau meresahkan. Tetapi dengan berkembangnya tekhnologi ada saluran atau media baru seperti youtube dan lain-lain ini yang kami tidak bisa sentuh. Jadi budaya sensor mandiri oleh masyarakat adalah langkah terbaik” ujarnya.

Budaya sensor mandiri dapat dilakukan dengan membatasi waktu penggunaan gadget pada anak, serta mengedukasi langsung kepada keluarga bahwa sebuah tontonan itu baik atau buruk.

I’in salah satu peserta dari pengurus Lesbumi Jombang berharap LSF dapat memberikan pelatihan selama beberapa hari kepada masyarakat atau Lesbumi agar nantinya dapat menjadi kader-kader yang mensosialisasikan kepada masyarakat di daerah.

kegiatan yang diikuti oleh puluhan pengurus Lesbumi di Jawa Timur ini dilanjutkan dengan rapat konsolidasi antar pengurus Lesbumi daerah dalam melaksanakan koordinasi kedepan.

Nonot Sukrasmono, Ketua PW Lesbumi Jawa Timur berharap pengurus yang ada di Daerah segera memperbaiki organisasi dan menyusun program kerja serta tertib administrasi.

“walaupun kita bergelut di bidang seni, tapi tetap harus mengerti bagaimana organisasi melangkah, karena kalau kita berhubungan dengan pihak terkait seperti Pemerintah semua harus ada pertanggungjawabannya” tutur kang Nonot.

Dia juga berharap Lesbumi kedepan harus mampu merangkul semua organisasi. Baik itu dalam internal Nahdhatul Ulama’ atau di luarnya. Hal ini untuk menjaga harmonisasi antar organisasi serta menjaga budaya . (*

Updated: December 24, 2018 — 7:06 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

KIM DERU MAJU © 2019 Frontier Theme