
Kimderumaju. Ketika Dunia ini telah berputar dengan porosnya. perubahan-perubahanpun mengikuti. hari ini (20/05/2014) Warga Indonesia memperingati hari Kebangkitan Nasional. hal ini merujuk berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908-1908) yang bila sedikit kilas balik memberikan Rasa dan Semangat Persatuan, Kesatuan, dan Nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. dan alangkah baiknya kemajuan technologi ini semua masyarakat meluangkan sejenak untuk membuat tulisan atau sekadar membaca tulisan tentang Hari kebangkitan nasional ini. berikut asal mula Sejarah itu.
merujuk dari berbagai sumber Asal usul Kebangkitan NasionalPada tahun 1912 berdirilah Partai Politik pe rtama di Indonesia (Hindia Belanda),Indische Partij. Pada tahun itu juga Haji Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam(di Solo), KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah (di Yogyakarta), Dwijo Sewoyodan kawan-kawan mendirikan Asuransi Jiwa Bersama Boemi Poetra di Magelang. Kebangkitan pergerakan nasional Indonesia bukan berawal dari berdirinya Boedi Oetomo, tapi sebenarnya diawali dengan berdirinya Sarekat Dagang Islam pada tahun 1905 di Pasar Laweyan, Solo. Sarekat ini awalnya berdiri untuk menandingi dominasi pedagang Cina pada waktu itu. Kemudian berkembang menjadi organisasi pergerakan sehingga pada tahun 1906 berubah nama menjadi Sarekat Islam.
Suwardi Suryaningrat yang tergabung dalam Komite Boemi Poetera, menulis “Als ik eens Nederlander was” (“Seandainya aku seorang Belanda”), pada tanggal 20 Juli 1913yang memprotes keras rencana pemerintah Hindia Belanda merayakan 100 tahun kemerdekaan Belanda di Hindia Belanda. Karena tulisan inilah dr. Tjipto Mangunkusumodan Suwardi Suryaningrat dihukum dan diasingkan ke Banda dan Bangka, tetapi karena “boleh memilih”, keduanya dibuang ke Negeri Belanda. Di sana Suwardi justru belajar ilmu pendidikan dan dr. Tjipto karena sakit dipulangkan ke Hindia Belanda. Kang iwan
Selamat Hari Kebangkitan Nasional…!
sumber : Wikipedia
