
kimderumaju. petani dan Masyarakat Bojonegoro sebentar lagi akan memasuki masa panen ke 2, setelah masa ini di harapkan tidak menanam padi kembali. hal itu di sampaikan oleh Edy Susanto Kepala Dinas pengairan Kabupaten Bojonegoro pada senin (26/05) lalu seusai sosialisasi.
Dia menambahkan kondisi air di waduk pacal sudah mulai menipis, dan apabila tidak di atur sedemikian rupa dalam sebulan akan habis. seperti di ketahui waduk pacal sendiri menjadi tempat penampungan air untuk tiga wilayah Bojonegoro. yaitu wilayah barat, tengah dan timur. dan saat ini kapasitasnya tinggal 23 juta meter kubik saja, sedangkan luas lahan di Bojonegoro menjapai 16.688 hektar belum lagi kondisi air akan mengalami penurunan seiring musim kemarau.
saat ini pihak Dinas pengairan sedang bekerjasama dengan Himpunan etani pemakai air (HIPPA) untuk membicarakan Rencana Tata Tanam Global (RTTG). oleh karena itu Edy Susanto menegaskan untuk Petani dan Masyarakat agar menanam polowijo atau tembakau. karena di khawatirkan ketersediaan air tidak mencukupi.
Sementara itu ketika dikonfirmasi tentang rencana pembangunan waduk gongseng, Edy Susanto menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini sudah memasuki tahapan pembebasan lahan. Hanya saja secara keuangan semua sudah tersedia baik anggaran dari pemerintah pusat, propinsi maupun daerah. Menurut, Edy Susanto, dengan dibangunnya waduk gongseng ini nantinya akan memenuhi kebutuhan air diwilayah Bojonegoro. Karena waduk gongseng ini nantinya akan memiliki daya tampung yang sama dengan air yang tertampung diwaduk pacal saat ini yang mencapai 22 juta meter kubik.kang iwan
Sumber berita Humas Pemkab Bojonegoro
