Sejarah Demokrasi Desa Deru Berakhir Damai

Upacara Pelantikan Kepala Desa Deru tahun 1974 (nampak Sunarto memakai Peci dan Sufyan Asy’ari dibelakang:kiri)

kimderumaju.com Demokrasi disebuah Desa sangat terlihat ketika masa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Melihat sejarah yang pernah tertoreh, demokrasi di Desa Deru Kecamatan Sumberrejo Bojonegoro ada masa dimana berakhir damai, Tepatnya tahun 1974.

Kimderumaju.com mendapati bukti sejarah itu lewat sebuah foto lama koleksi H. Sunarto mantan Kepala Desa Deru yang pernah mengemban tugas di tahun 1974. Dimana waktu pilkades digelar di halaman Madrasah Ibtida’iyah (sekarang komplek Yayasan Darussalam).

Pada waktu itu calon Kepala Desa (Kades) ada dua. Ya’ni Sunarto dan Sufyan Asy’ari. Dua anak muda yang menjadi pilihan untuk memimpin Desa Deru.

Dari perhelatan akbar ini sistem pilkades masih menggunakan Bithing (besi mirip jarum dengan warna merah putih) yang dimasukkan dalam sebuah Bumbung (Bambu yang ada lubangnya kecil). Dan didalam bilik ada dua pilihan bumbung milik calon Kepala Desa.

Mbah Kapsin salah satu saksi sejarah bercerita kepada kimderumaju.com bagaimana kondisi didalam bilik tersebut. Dimana bumbung milik Sunarto penuh dan tidak mampu menampung bithing. Dan sesuai perkiraan Sunarto muda menjadi pemenang dan melanjutkan masa kepemimpinan Bapaknya yang seorang Kepala Desa Deru.

Apakah jaman dulu juga sudah ada bothoh (tim sukses)? Ternyata sudah. Bahkan jual beli suarapun terjadi. Dengan sistem masuk berderet. Dimana pemilih dan bothoh  berjalan di belakangnya. Pemilih tidak memasukkan bithing tapi menaruhnya di samping bumbung. Setelah bothoh kedalam bilik baru memasukkan ke dalam bumbung. Adapula dengan sistem pemilih tidak memasukkan bithing tetapi membawa pulang dan memberikan ke bothoh.

Walaupun ada warna-warni seperti itu, Pilkades berjalan damai. Hal ini dapat dilihat sejarahnya setelah sunarto dilantik jadi Kepala Desa Deru, Sufyan Asy’ari sebagai calon yang tidak menang menjadi Kepala Dusun Deru barat.

Hal positif yang bisa diambil pelajaran dari sejarah ini, sportifitas haruslah dijunjung. Dan menyadari bahwa setiap Calon Kepala Desa adalah Generasi terbaik. yang selayaknya tetap diberikan posisi yang bisa mendukung jalannya kehidupan diDesa. (Kdm)

Updated: July 27, 2017 — 3:30 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kim Deru Maju © 2018 Frontier Theme