
Pewarta: Iwan Siswoyo
Bojonegoro (01/8) kimderumaju.com Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bojonegoro Jawa timur dan Para Kadernya menggelar Rapat Koordinasi bersama di Pendopo Malowopati Pemerintah kabupaten (Pemkab) Bojonegoro siang ini. Rakor akan dilaksanakan selama 5 hari yakni mulai tanggal 1 sampai 3 agustus dan dilanjutkan pada tanggal 7 dan 8 Agustus dengan peserta Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa serta Kader PKK di semua bidang dan Pokja diseluruh Desa dan Kelurahan di Kabupaten Bojonegoro.
Organisasi wanita yang berada di tingkat seluruh Desa ini diharapkan mampu berkiprah sebagai mitra dan ujung tombak dari pencetus gagasan dan inovasi bagi Desa masing-masing.
Setelah membuka Rakor Bupati Bojonegoro Suyoto dalam sambutannya mengingatkan peran PKK lebih menguasai dalam semua lingkup. Mulai dari menggerakkan dari rumah, Desa, Kecamatan bahkan Negar.a
Kang Yoto (sapaan akrab Bupati) mencontohkan Peran PKK dalam pembangunan di Bojonegoro sangat penting. “Dengan data dawis kita bisa mengetahui jumlah ODF atau kepemilikan jamban. Kemudian kita bisa mengetahui jumlah balita gizi kurang secara pasti dengan menyertakan nama serta alama” ucapnya.

Bupati menambahkan preventif gizi buruk yang mengetahui lebih dahulu adalah ibu ibu yakni kader PKK.
Dalam rapat evaluasi setiap jumat kita akan memaparkan kondisi balita dan pendidikan di Bojonegoro. Seperti saat ini dimana kita benar-benar mendata jumlah anak-anak usia sekolah di Kabupaten Bojonegoro. Bahkan Para camat kini tengah membuat laporan detail anak usia sekolah yang tidak bersekolah. “Jika diketahui maka orang tua dan anak akan di panggil di Polsek untuk mengetahui secara gamblang mengapa mereka tidak bersekolah. Oleh karenanya kedepan Pemkab Akan berkerjasama dengan Aparat Kepolisian untuk mensukseskan gerakan ayo sekolah” pesannya
Dihadapkan para kader Tim Penggerak PKK Kang yoto mengingatkan tentang pentingnya ketrampilan hidup yakni 9 ketrampilan hidup yang wajib diajarkan kepada para seluruh peserta didik.
Sementara itu Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro Mahfudhoh Suyoto dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakor PKK untuk mengingatkan jati diri kita sebagai anggota PKK. PKk harus senantiasa ada ditengah masyarakat untuk mendukung kinerja dan program pemerintah. Dengan data lengkap hasilnya untuk diberikan kepada pemangku kebijakan ditingkat desa. Sejalan dengan 5 pilar Pkk dalam berkarya melalui ekonomi, pendidikan, kesehatan, keagamaan dan keharmonisan yang didukung dengan ketrampilan hidup yang dibutuhkan dewasa kini.
5 Pilar dan Buku Dawis sejalan dengan program yang dijalankan pemerintah mulai gerakan ayo sekolah dan bagaimana mendata anak anak usia sekolah yang belum terlayani pendidikan. Dia juga mengingatkan Kesuksesan program diawali dengan tersedianya data yang valid dengan adanya buku inovasi data dasar wisma yang sudah dijalankan pkk secara digital dan berbasis IT.
Bu Yoto mengajak kepada seluruh perempuan untuk memperhatikan kesehatan mereka salah satunya dengan menambah pengetahuan tentang penyakit kanker mulai kanker serviks, kanker payudara, kanker lain sebagai. Semua dipicu dengan adanya stimulan makanan yang berpengawet dan mengandung bahan berbahaya lainnya akan memicu perkembangan sel kanker.
Dalam Raker ini juga menyinggung pentingnya keharmonisan yang meliputi segala aspek, bahagia tak hanya bersama suami namun juga kepada anak-anak dan keluarga kita. Dengan keharmonisan ini akan terwujud Wong Jonegoro yang bahagia. Raker ini adalah untuk sinkronisasi antara buku dawis dengan buku administrasi pkk, akan dikembangkan ulang untuk menata administrasi PKK yang meliputi buku inti dan buku baku. Administrasi yang ada dilihat sepintas ada kendala atau kesulitan utamanya sinkronisasi data dengan administrasi yang ada. Sehingga banyak ditemukan ketidak samaan dengan data dawis dan data di asing masing pokja. Buku ini dibuat agar memudahkan tata administrasi di PKK. (*/kdm)
