KIM di Bojonegoro Berkomitmen Perangi “Hoax”

Ketua KIM Sendang potro tanda tangani deklarasai anti “hoax”

Pewarta : Ainurrofiq

Purwosari (04/09) kimderumaju – Kelompok Informasi Masyarakat  (KIM) Di Kabupaten Bojonegoro berkomitmen memerangi penyebaran “hoax”. hal itu terlihat dari gerakan yang baru saja dilaksanakan di Desa Sedah kidul Kecamatan Purwosari, Bojonegoro, Jawa Timur kemarin (03/09). dimana KIM Sendang potro yang memprakarsai gerakan ini dan difasilitasi oleh pihak Pemerintahan Desa (Pemdes) setempat.

Rasidin Ketua KIM sendang potro mengatakan bagaimana gerakan anti “Hoax” ini digelorakan, karena keprihatinannya atas penyebaran yang begitu masiif akhir-akhir ini. “Dampak dari berita hoax sangat merugikan. Untuk itu pernyataan anti hoax ini silahkan ditanggapi” ucap pria yang juga pengurus Forum KIM Kabupaten Bojonegoro ini.

Dukungan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Bojonegoro juga mengalir. dimana sebagai pembina KIM di Kabupaten Bojonegoro ini  juga ikut serta dalam gerakan anti “hoax”. “Kominfo mendukung sepenuhnya, sebab gerakan deklarasi anti “hoax” yang dilakukan warga Desa Sedahkidul ini barangkali yang yang pertama kalinya di Indonesia,” kata Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Kominfo Bojonegoro Djoko Suhermanto, di lokasi acara.

Hadir pula Camat Purwosari, Bojonegoro Bayudono Margajelita.dalam sambutannya ia meminta warga di daerahnya bisa menguasai teknologi dan informasi karena sudah menjadi kebutuhan. ia juga mengingatkan kepada warga harus berhati-hati dalam memanfaatkan media sosial juga internet agar tidak masuk dalam ranah hukum. “Kami minta warga dalam memanfaatkan media sosial jangan seenaknya. Manfaatkan untuk yang bermanfaat, seperti memasarkan produk industri,” ucapnya.

Gelorakan anti “hoax” oleh anggota KIM Sendang Potro dengan Masyarakat Sedah kidul, Purwosari

Mengutip dari blog kimsendangpotro, isi dari Deklarasi anti “hoax” ini diantaranya :

1. Santun dalam komunikasi di internet dan  media sosial
2. Menolak  berita hoax (berita bohong), fitnah, ujaran kebencian dan isu SARA
3. Tidak menyebarkan berita hoax.
setelah pembacaan Deklarasi anti “hoax” oleh Ketua KIM Sendang potro, semua pihak ikut menandatangani tapak tangan anti “hoax”.
Hadir pula dalam acara tersebut Sekretaris Dinas Kominfo Ngasiadji, Wartawan LKBN Antara di Bojonegoro Agus Sudarmojo. Jaringan Informasi Masyarakat, Blogger Bojonegoro. (*/opic)

 

Updated: September 4, 2017 — 7:21 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.