
Pewarta : Ikke
Bojonegoro (9/8) kimderumaju. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro Jawa timur mulai tingkatkan kewaspadaan terhadap dampak kemarau yang terjadi di Bulan Agustus 2017 ini.
Kepala Bagian (Kabag ) Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro Heru Sugiharto menghimbau kepada semua pihak untuk mewaspadai dampak kemarau, kususnya Kebakaran yang bisa saja terjadi di lahan maupun hutan.
hal itu merujuk surat edaran yang diterima dari Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat dan surat edaran Gubernur Jawa Timur. “seluruh jajaran daerah baik dinas intansi terkait dan kecamatan lebih mengintensifkan kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan baik melalui penyuluhan, sosialisai dan kampanye serta fasilitasi kepada masyarakat”tuturnya.
selain itu untuk antisipasi kejadian kebakaran hutan dan lahan, sedini mungkin dengan menggerakkan jajaran teknis sampai tingkat desa. Tak hanya itu agar mengaktifkan pengawasan terhadap setiap indikasi kejadian kebakaran hutan dan lahan.
Heru juga menghimbau untuk semua pihak mengkoordinir potensi daerah sampai persiapan pengendalian kebakaran hutan dan lahan serta meningkatkan koordinasi antara pihak dengan pemerintah pusat dan Propinsi, TNI/Polri, LSM,S wasta dan masyarakat dalam upaya pengendalian.
Langkah lain yakni menggalakkan patroli intensif pada daerah rawan kebakaran hutan dan lahan. serta segera memadamkan apabila terjadi kebakaran. Khusus pada daerah rawan kebakaran hutan dan lahan yang bertanah mineral agar dibangun sumur bor atau embung.
Terakhir Gubernur mengingatkan tentang agar semua sarana dan prasarana penangan kebakaran hutan dan lahan untuk kebutuhan pemadaman dalam kondisi siap pakai baik pada unit kerja pemerintah, Masyarakat Peduli Api (MPA) maupun swasta.(*ikk/kdm)
