Puluhan Pusaka Bojonegoro Di “Jamas” Di Kayangan Api

JAMASAN: Suasana “Jamasan” pusaka di Kayangan api Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem Bojonegoro hari ini, Sabtu (17/11)

Ngasem (17/11) kimderumaju.com – Dalam rangka festival pusaka nusantara, sebanyak 37 pusaka dari berbagai pelestari di Desa dan kelurahan Bojonegoro di “Jamas” (Bersihkan) di tempat wisata Kayangan api Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem Bojonegoro hari sabtu ini.

Kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan ini disambut baik oleh masyarakat dan pelestari “tosan aji” ini. Salah satu pelestari sekaligus pen “jamas” keris asal Ngasem, surasi mengatakan kegiatan ini sangat baik bagi perkembangan pelestarian budaya di Bojonegoro.

“Selain sebagai tempat ritual penjamasan, kegiatan ini kami harapkan masyarakat kembali mengetahui maksud dan kandungan dari sebilah pusaka. Karena Indonesia merdeka salah satunya juga karena pusaka-pusaka yang adiluhung milik para leluhur” ujarnya kepada KIM Deru Maju.

Kegiatan jamasan pusaka diawali dengan pengambilan air “blukutuk” oleh juru kunci yuli. Setelah itu diberikan kepada para pen”jamas” pusaka.

Dari proses ini terdapat sekira sepuluh orang yang mempunyai tugas masing-masing dengan “uba rampe” lengkap. Dilakukan pelepasan bilah pusaka dari warangka sampai pembersihan dari karat dan pemberian minyak dan dupa.

Pusaka yang terdiri dari Keris dan tombak ini akan dikumpulkan dan pamerkan lagi di Pendopo Malowopati, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sampai 18 Nopember 2018 besok.

Selain penjamasan dan pemeran, juga ada pemaharan serta pembahasan tentang “tosan aji”.

Dipilihnya kayangan api tak lepas dari sosok empu supa yang dipercaya warga sekitar sebagai empu yang membuat keris di era Majapahit. Salah satu pusaka buatannya yakni keris “tilam upih”.

Mbah Yuli, juru kunci Kahyangan api membenarkan tentang sosok Eyang Empu Supa dan kesaktian dan keahlian dalam membuat pusaka.

“Jamasan pusaka ini sangat baik, karena selain melestarikan pusaka juga mengingatkan bahwa empu supa merupakan sosok yang mempunyai kehebatan. Bagaimana beliau menempa sampai menjamas sebilah pusaka” tutupnya.

Kegiatan yang difasilitasi Dinas Kebudayaan dan pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro ini juga dihadiri Camat Ngasem, Mahmudin. Dalam obrolannya dia ingin mengembangkan kususnya bidang wisata dan produk-produk usaha kecil menengah di kecamatan Ngasem.

“kami lagi diskusikan terkait stand-stand kusus, serta event-event kedepan untuk menguatkan wisata kayangan api” tambahnya. (*/wan

Updated: November 17, 2018 — 4:07 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

KIM DERU MAJU © 2018 Frontier Theme