Puluhan Hektar Tanaman Padi Desa Deru Terancam Kekeringan

Kering : KIM Deru Maju melihat langsung kondisi lahan kekeringan

Pewarta : Iwan Siswoyo

Deru (03/07) kimderumaju – Nasib petani padi di Desa Deru Kecamatan Sumberrejo Bojonegoro Jawa Timur tak menentu. Pasalnya padi yang sudah berusia 60 hari setelah tanam (hst) atau masa bunting saat ini lahannya kering dan pecah. Hal ini dapat dijumpai di Desa Deru, Dusun Deru Timur atau wilayah Deru bagian timur, jumlahnya mencapai 10 hektar.

Bagus salah satu petani tak bisa berharap banyak dengan kondisi lahannya.

“Sudah nggak ada harapan mas, saya biarkan saja. nunggu hujan besok tanam lagi” ujarnya kepada KIM Deru Maju.

Shodiqun Umar salah satu petani muda ini juga membenarkan kondisi tersebut bahkan dirinya dan keluarga sudah tidak tilik ; pergi kesawah dalam minggu ini.

“Sudah memerah daunnya, nggak tega lihatnya” ujar pria yang kesehariannya mengajar ini.

Selain hujan tak kunjung turun, persediaan air di wilayah hulu atau waduk pacal disinyalir menjadi penyebab kekeringan kali ini. Kondisi air di waduk yang volume airnya menipis, serta tidak tertibnya para petani menambah kondisi ini semakin parah.

Beberapa bulan lalu sempat ada kebijakan dari Dinas PU SDA (Sumber Daya Air) tentang sistem penjadwalan untuk pengambilan air. Tapi sayang petani-petani di wilayah hulu tidak mengindahkan aturan tersebut.

Saat ini menjadi pelajaran bagi para petani untuk kedepan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro sedang membuat kebijakan tentang asuransi tani melalui Kartu Petani Mandiri (KPM) yang salah satu fungsinya, bila terjadi gagal panen akan ada pengganti biaya produksi.

Seperti di ketahui untuk sekali tanam, petani dengan luasan satu hektar, harus mengeluarkan biaya sekira enam juta lebih. Hal itu untuk membajak sawah, beli benih, biaya tanam, perawatan, pemupukan dll.

Pemerintah harus segera merevitalisasi fungsi waduk, serta sarana irigasi dan sungai yang menjadi gantungan dari para petani.

Selain itu, keluarga petani harus punya sampingan usaha untuk menopang biaya hidup sehari-hari. Entah berwirausaha atau beternak. (*/wan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.